MINAHASA , Infoterkininews.com – Tonas Riri Lempoy Mendapatkan satu Penghargaan dari Pemimpin Adat Minahasa Khususnya Watu Pinawetengan Bpk. ARI Ratumbanua, Yang berlokasi di Watu Pinawetengan, Selasa (14/01/2025)
Orang Minahasa adalah kelompok etnik yang berasal dari Semenanjung Minahasa di bagian utara pulau Sulawesi di Indonesia.
Tanah Minahasa yang dikenal dengan melekatnya Budaya dan Adat Suku Minahasa yang kental, dengan Ikon Kawasaran atau dikenal dengan tradisi leluhur Suku Minahasa, Sulawesi Utara yang berupa tarian perang dan baju adat.

Kata kawasaran berasal dari kata “wasar” yang berarti ‘ayam jantan’ aduan . Arti kata “Kawasaran” Kata ‘kawak’ berarti ‘melindungi’, Kata asaran berarti ‘sama’ atau berlaku seperti.
Makna kawasaran ;
Kawasaran menggambarkan semangat perjuangan yang harus tetap ada dan terawat.
Kawasaran menjadi lambang penghormatan kepada para ksatria Minahasa yang telah berjuang melawan penjajah.
Tarian kawasaran ;
Tarian kawasaran dilakukan untuk menyambut tamu-tamu. Tarian kawasaran diiringi oleh tambur dan gong kecil
Tarian kawasaran memiliki tiga babak, yaitu Sumakalele, Kumoyak, dan Lalaya’an.

Dengan dilengkapi Baju Kawasaran yang dilengkapi dengan pernak pernik yang khas Suku Minahasa.
Adapun salah satu Situs bersejarah di Minahasa yaitu “Watu Pinawetengan”.
Watu Pinawetengan yang adalah Situs Budaya Bersejarah di Sulawesi Utara yang terletak di Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, merupakan salah satu situs budaya yang sangat penting bagi sejarah dan peradaban masyarakat Minahasa.
Dalam bahasa Daerah/Lokal, “Watu” berarti batu, sementara “Pinawetengan” dapat diartikan sebagai tempat pertemuan atau pembagian.
Suku Minahasa merupakan gabungan dari kelompok-kelompok sub-etnis yaitu Bantik, Pasan/Ratahan, Ponosakan, Tombulu, Tondano (Toulour), Tonsawang (Tombatu), Tonsea, dan Tontemboan.
Konon, penduduk asli Manado berasal dari ras Mongolia yang kemudian kawin-mawin dengan bangsa Jepang dan Portugis.
Manado punya etnis keturunan Eropa. Namanya etnik Borgo,etnik Borgo merupakan hasil perkawinan antara turunan Spayol, Portugis, Belanda dan Eropa lainnya dengan orang orang dari Kerajaan Bawontehu dan Minahasa.
Dalam hal budaya Suku Minahasa ada beberapa orang yang dipercaya memiliki keahlian atau dipercaya oleh para leluhur Tanah Minahasa untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan seperti orang sakit dan lainnya.
Dan tidak semua orang Minahasa bisa mendapatkan keahlian atau gelar “Tonaas” tersebut.
Pemimpin Adat Minahasa Khususnya Watu Pinawetengan BPK Ari Ratumbanua melihat seorang Tonaas dinilainya bisa menjadi panutan karena Tonaas tersebut layak menerima Apresiasi lewat Penyematan Pin Penghargaan kepada Tonaas Riri Lempoy.
“Penyematan Pin Penghargaan Tonaas, kepada Tonaas Riri Lempoy ini kami lakukan selaku Pemimpin Adat Minahasa Khususnya Watu Pinawetengan karena dalam pelayanan baik di domestik maupun sampai keluar daerah, dan dalam penilaian bahwa layak untuk mendapatkan penyematan PIN dari Watu Pinawetengan. Dan memiliki suatu penilaian dalam kriteria untuk memperjuangkan dan mengangkat kearifan lokal di tengah-tengah arus global situasi dengan keadaan sekarang, budaya harus mendapat suatu penghargaan, lebih khusus kepada Tonaas Riri Lempoy”. Ucap Ari Rantumbanua.
Tonaas Riri pun merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Pemimpin Watu Pinawetengan yang telah memberikan Pin Penghargaan kepadanya.
“Saya sebagai Tonaas yang dipercayakan mendapat Pin Penghargaan ini merasa bersyukur dan berterima kasih kepada BPK. Ari sebagai Pemimpin Adat Suku Minahasa di watu Pinawetengan ini, dan semoga ini dapat memotivasi kami khususnya sebagai Tonaas dan juga bagi para masyarakat Minahasa pada umumnya”.
Penyematan PIN Penghargaan ini dilaksanakan di Watu Pinawetengan dengan disaksikan oleh Reagen, Stenny, dan Ronald (Jubir dari Tonaas Riri). (Vhe)










