Rusain Paputungan ajak Petani pakai Pupuk “Paten” hasil Kelapa meningkat 50%

Uncategorized79 Dilihat

MANADO, Infoterkininews.com – Dalam rangka menunjang Program Ketahanan Pangan yang di gagas oleh Presiden Prabowo Subianto maka adapun salah satu figur yang berasal dari Wilayah Minahasa Selatan yaitu Rusain Paputungan yang terpanggil untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya Sulawesi Utara lewat pengenalan Produk Pupuk organik.

Pada hari ini Jumat, 10 April 2026 bertempat di Hotel Travello Manado, diadakan sosialisasi terkait Salah satu produk unggulan berupa pupuk organik bernama “Paten”, yang sudah diperkalkan bahkan sudah diuji coba di Minahasa Selatan, pada Pohon Kelapa yang meningkat 50% hasilnya, juga untuk Cengkeh bisa berbuah diluar musim.

Merupakan suatu keuntungan yang sangat diharapkan oleh para petani lewat program ketahanan pangan yang masuk pada program unggulan oleh Presiden Prabowo Subianto saat ini.

Rusain Paputungan, salah seorang pemerhati masalah pertanian di wilayah Minahasa Selatan, mengungkapkan bahwa pupuk Paten telah melalui uji coba di sejumlah desa pada tahun lalu. “Saya tahun lalu mendapatkan empat desa untuk uji coba, namun karena masalah legalitas yang belum sepenuhnya aman, pelaksanaannya masih terbatas,” ujar Rusain. Ia menambahkan bahwa meski terkendala administrasi, hasil awal dari uji coba tersebut cukup menjanjikan.

Sosok Rusain Paputungan ini sangat ingin melihat para petani berhasil lewat program ketahanan pangan yang sudah terprogram dan melihat petani menikmati sendiri hasil dari apa yang mereka kerjakan lewat tanaman yang bisa menghasilkan.

Salah satu bentuk kepedulian Rusain ini adalah beliau telah membuktikan dengan membagikan produk pupuk organik ini secara cuma-cuma kepada para petani yang ada di Desa Sapa Minahasa Selatan pada tahun 2025, dan sudah terlihat hasilnya lewat pengakuan petani itu sendiri.

“Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap para petani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian. Rusain Paputungan menegaskan, petani adalah tulang punggung perekonomian bangsa yang harus mendapat perhatian khusus”, kata Rusain.

“Kami berharap pupuk ini bisa meringankan beban para petani di tengah harga pupuk yang masih terbilang mahal, serta membantu meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Desa Sapa Timur,” ungkap Rusain.

Perlu diketahui bahwa Program Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan yang cukup, aman, bergizi, merata, dan terjangkau bagi negara hingga individu secara berkelanjutan. Ini mencakup ketersediaan fisik pangan, akses ekonomi untuk memperolehnya, serta pemanfaatan yang tepat untuk hidup sehat dan aktif.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai ketahanan pangan:

Pilar Utama: Terdiri dari empat pilar utama: ketersediaan pangan (produksi/stok), akses pangan (kemampuan membeli/memperoleh), pemanfaatan pangan (nutrisi dan keamanan), serta stabilitas dari ketiganya.

Definisi Hukum (UU No 18 Tahun 2012): Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi individu hingga negara, yang terjamin jumlah dan mutunya, tidak bertentangan dengan agama/budaya, dan berkelanjutan.

Fokus individu: Ketahanan pangan tidak hanya soal stok nasional, tetapi memastikan setiap orang, setiap saat, terbebas dari kelaparan atau kekurangan gizi.

Tantangan: Dipengaruhi oleh faktor seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, distribusi, dan stabilitas harga.

Tujuan: Mencapai kemandirian pangan dan menjamin kesehatan serta produktivitas masyarakat.

Oleh karena itu Tahun ini(2026), pupuk Paten mulai diperkenalkan secara lebih luas, tidak hanya di Minsel tetapi juga merambah ke wilayah Kotamobagu. Rusain menyebutkan bahwa ia berencana meninjau langsung perkembangan penggunaan pupuk tersebut di Kotamobagu dalam waktu sekitar satu tahun ke depan. “Ini baru perdana di sini, belum benar-benar merapat. Tapi saya akan ke sana untuk memastikan petani mendapatkan akses yang mudah,” katanya. Kotamobagu sendiri merupakan salah satu kota di Provinsi Sulawesi Utara yang juga memiliki potensi pertanian signifikan.

Keunggulan utama pupuk Paten terletak pada efisiensi biaya dan kemudahan penggunaannya. Dibandingkan pupuk konvensional yang harganya terus melambung, pupuk ini dijual dengan harga yang jauh lebih murah sehingga tidak memberatkan modal petani. “Penggunaannya sangat sederhana, tidak perlu alat khusus, dan petani bisa langsung melihat perbedaan pertumbuhan tanaman dalam waktu singkat,” jelas Rusain. Ia optimis bahwa dengan pemakaian rutin, produktivitas lahan bisa meningkat setengah lipat.

Dengan potensi peningkatan hasil hingga Pohon kelapa naik 50% dan pohon cengke berbuah di luar musim di Minsel , pupuk Paten diharapkan mampu mengatasi masalah utama pertanian di daerah dingin seperti Minsel terutama pada komoditas kelapa yang selama ini sulit berbuah. Rusain Paputungan menegaskan bahwa ke depan, upaya akan difokuskan pada penguatan legalitas dan distribusi yang lebih luas. “Semoga tahun ini tidak hanya empat desa, tapi lebih banyak lagi yang bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Untuk informasi selanjutnya, apabila ada masyarakat yang ingin mendapatkan Informasi serta pembelian pupuk organik ini bisa menghubungi langsung kepada Agen Resmi :

Nama : Rusain Paputungan

CP : +62 822-1323-8305 (V***)