Pemkab Minut Gelar Rapat Pemaparan Hasil Penysunan GDPK 5 Pilar Tahun 2025, Ini Pembahasannya

Minut407 Dilihat

Infoterkininews.com, Minut — Pemerintah kabupaten Minahasa Utara, Bupati Joune Ganda yang diwakili oleh Sekda Pemkab Minut Ir.Novly Wowiling serta Assisten satu Pemkab Pemkab minut Umbase Mayuntu, S.Sos, M.Si., mengikuti Rapat Pemaparan Hasil Penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 5 Pilar Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2025, yang diadakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Minahasa Utara. Bertempat di Aula Bappeda minut. Jumat, (4/7/2025).

Rapat ini bertujuan untuk memaparkan hasil penyusunan GDPK 5 pilar Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2025 kepada para pemangku kepentingan, serta mendapatkan masukan dan saran terkait hasil penyusunan GDPK. Dengan adanya rapat ini, diharapkan GDPK dapat lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembangunan kependudukan di Kabupaten Minahasa Utara.

Kadis Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Minahasa Utara, yang diwakili oleh Kabid Dalduk Adpin Masye S. Mekel, SE.dalam laporannya mengatakan, “Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan laporan mengenai kegiatan pelaksanaan fokus grup diskusi terkait pengaparan hasil penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK). Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya dan menjadi bagian dari langkah-langkah dalam penyusunan dokumen GDPK ini,” ucap Kabid Masye.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan instrumen bagi berbagai pihak dalam mengikuti proses penyusunan rencana pembangunan di bidang kependudukan. Kami berharap dokumen ini dapat menjadi acuan bagi pihak-pihak yang berkompeten dalam mengevaluasi serta menemukan kekuatan dan kelemahan dalam perencanaan pembangunan kependudukan.

“Di dalam GDPK terdapat 5 pilar pembangunan, yaitu:

1. Pengelolaan kuantitas penduduk

2. Peningkatan kualitas penduduk

3. Penataan persebaran penduduk dan pengarahan mobilitas penduduk

4. Pembangunan keluarga berkualitas

5. Penataan data dan informasi kependudukan serta administratif kependudukan. Kegiatan ini membahas berbagai hal dari penyusunan, pemantauan, pelaporan, hingga pemanfaatan GDPK 5 Pilar ini. Semua ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat, lembaga, pemerintah dan lembaga terkait lainnya untuk berpartisipasi dalam penyusunan dan pemanfaatan GDPK,” ujar Kabid Masye.

Sedangkan Sekda minut, Ir.Novly Wowiling dalam sambutannya mengatakan, “Kita berkumpul di sini dalam rangka membahas dan menyelesaikan grand design pembangunan yang telah menjadi komitmen kita bersama. Pertemuan ini bukanlah yang pertama, tetapi kami berharap ini bisa menjadi titik awal untuk mewujudkan berbagai program dan kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan di wilayah kita. Kami perlu menyadari bahwa hasil dari pertemuan ini adalah hal yang sangat penting. Ada beberapa pertanyaan besar yang perlu kita jawab: kapan semua ini dapat diselesaikan? Dengan adanya kerjasama dan komitmen yang kuat dari kita semua, saya yakin kita dapat mencapai tujuan tersebut,” ucap Sekda Wowiling.

Salah satu hal yang perlu kita garisbawahi adalah pentingnya perempuan dalam merumuskan setiap program, bukan hanya di dinas pembe-dahan tetapi di semua sektor. Kita perlu memastikan bahwa program yang kita buat dapat menjawab kebutuhan anak muda dan masyarakat secara keseluruhan. Sebagai contoh, di Dinas Pertanian, mari kita fokus pada komposisi pemuda. Kita perlu menciptakan program yang menarik bagi mereka agar dapat mendorong minat generasi muda dalam bidang pertanian. Jika program yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan mereka, kita akan kehilangan kesempatan untuk mendorong perkembangan daerah.

“Saya berharap dengan adanya diskusi yang konstruktif hari ini, kita dapat melahirkan ide-ide dan program-program yang lebih relevan, serta dapat menjawab tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. Saat grand design selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan implementasi secara berkelanjutan. Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, saya yakin kita bisa mencapai tujuan yang telah kita tetapkan,” ujar Sekda Wowiling.

Sedangkan Narasumber/ pembawa materi adalah:

1. Ketua KKI (Koalisi Kependudukan Indonesia) Sulawesi Utara adalah Drs. Jefry Paat, M.Si.

2. Assisten satu Pemkab minut Umbase Mayuntu, S.Sos, M.Si.

Dengan demikian, rapat pemaparan hasil penyusunan GDPK 5 pilar Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2025 bertujuan untuk meningkatkan kualitas GDPK, membangun kesepahaman, dan mengidentifikasi isu-isu strategis dalam pembangunan kependudukan di Kabupaten Minahasa Utara.