MANADO , Infoterkininews.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sulut Corruption Watch (SCW) Mengapresiasi Kinerja BPJN Dalam Hal ini Penanganan Ruas Jalan Yang Sempat Terputus pada Hari Kamis kemarin di KM 7 Ruas Jalan Kema – Rumbia yang berada di Kabupaten Minahasa, Saat ini Sudah Dapat diakses. Selasa, (17/06/2025)
Kinerja Balai Pekerjaan Jalan Nasional (BPJN) patut diapresiasi. Pasalnya, beberapa Kerusakan Jalan akibat kerusakan Alam, Pihak BPJN langsung mengambil tindakan dengan memperbaiki sampai Ruas jalan tersebut kembali Fungsional.
Sama halnya yang terjadi baru-baru ini pada Ruas Jalan Kema – Rumbia tepatnya di KM 7, yang sempat Putus namun langsung diperbaiki oleh Pihak BPJN dengan Pemasangan Jembatan Bailey yang sudah diselesaikan tadi malam (Senin, 16/06/25), dan Ruas Jalan Kema -Rumbia sudah dapat Fungsional kembali.
Ketua LSM SCW Novi Ngangi, mengapresiasi atas tindakan BPJN dalam penanganan bencana ataupun Kerusakan Jalan. “Seperti halnya Pada Awal Tahun ini (2025) dimana belum ada proyek berjalan namun pihak BPJN sudah melakukan Pekerjaan ‘Tambal Sulam jalan’, kemudian pada beberapa waktu lalu, pemotongan Pohon-pohon yang berpotensi mengakibatkan Kecelakaan, dan melakukan perbaikan Jalan akibat Longsoran pada beberapa Titik dijalan Tinoor (sekira 5 titik), juga longsoran Dijalan Tanggari ( sekira 5 titik), dan Minggu kemarin pada hari Kamis (12/06) ruas jalan Ka -Rumbia tergerus Air Pasang pantai dan Sungai yang mengakibatkan terputusnya akses jalan tersebut, namun segera ditangani oleh pihak BPJN serta instansi terkait agar Jalan tersebut langsung bisa difungsikan. Buktinya hari ini sudah bisa dilalui oleh para pengguna jalan”. Papar Ketua Novi.
Kepala BPJN Sulut melalui Kasatker PJN 1 Ringgo Radetyo menyampaikan bahwa, “Tadi Malam (16/06/25), sudah diselesaikan pekerjaan di sana (Kema-Rumbia) dan langsung diuji beban hidup dengan Dump Truck 3-4 m3, pemasangan agak mundur dari rencana dikarenakan badan jalan kembali tergerus air pasang laut dan sungai dari semula lebar gerusan. Sekitar 10m, menjadi lebih dari 15m sehingga dibutuhkan pemasangan proteksi lereng dan penimbunan sementara terlebih dahulu pada rencana oprit Jembatan Baileynya.” Jelas Ringgo.
“Dan Alhamdulilah Mulai pagi tadi sudah dapat dilalui lalulintas dgn sistem buka tutup 1 lajur, kami mengharapkan kepada para pengguna jalan agar berhati-hati dan tidak tergesa-gesa agar tidak terjadi kemacetan yang nantinya berefek pada kerugian kita bersama”. Tutupnya. (Vhe)
