Intensitas Hujan Tinggi Akibatkan Jalan Rusak, Pengendara Diminta Waspada

Uncategorized417 Dilihat

MANADO , Infoterkininews.com – Balai Pekerjaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sulawesi Utara (BPJN Wil. I Prov. Sulut) dalam Program “Sapu Lubang dalam rangka persiapan Jalur Lebaran”. Rabu (05/05/2025)

Hujan deras yang mengguyur Sulawesi Utara khususnya Kota Manado pada Sabtu (01/03) mengakibatkan kerusakan serius pada badan jalan di Ruas Jl. Samratulangi.

Kerusakan terjadi pada STA 0+750 hingga STA 0+850 (depan SPN Karobasan) dan STA 1+500 (depan Gereja Katolik Hati Kudus) akibat limpasan air yang deras. Kondisi ini menimbulkan potensi kecelakaan bagi pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Proses Perbaikan Jalan Oleh BPJN Wil. 1.1

Dalam rangka menjalankan Program “Sapu Bersih Lubang di Jalan” oleh Menteri PU maka BPJN Wil. I Prov. Sulut langsung menanggapi instruksi tersebut. Berkenaan dengan cuaca ekstrim dengan curah hujan secara terus menerus dalam beberapa waktu ini.

Oleh Kepala Satuan Pekerjaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wil. I Prov. Sulut Ir. Ringgo Radetyo, ST., M.Eng. memberikan keterangan kepada media ini, “Kegiatan ini merupakan penanganan cepat utk mengembalikan fungsional jalan yang juga merupakan bagian dari program “sapu bersih lubang di jalan” Menteri PU utk memastikan arus mudik lebaran 2025 ini lancar dan aman bagi pengguna jalan, tdk terkendala dgn adanya lubang”. Kata Ringgo sapaan akrabnya.

Dampak Curah Hujan Tinggi terhadap Infrastruktur Jalan Intensitas curah hujan yang tinggi dapat berdampak signifikan terhadap infrastruktur jalan. Air yang menggenang atau mengalir deras di permukaan jalan dapat mengikis lapisan aspal, menyebabkan erosi, retakan, dan lubang.

Jika tidak ditangani dengan cepat, kerusakan ini akan semakin parah dan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Fenomena ini umum terjadi di daerah dengan pola curah hujan tinggi seperti Manado, terutama pada ruas jalan dengan sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, pemeliharaan rutin dan penanganan segera sangat penting untuk menjaga kelayakan jalan serta mengurangi potensi kecelakaan.

Kemudian menanggapi pemberitaan dibeberapa media, dimana sempat ada kejadian kecelakaan dilokasi tempat adanya pekerjaan perbaikan jalan berlubang tersebut. Dikonfirmasi oleh Pihak Balai Pekerjaan Jalan Nasional dalam hal ini Kasatker Ringgo dengan Ruas N.006.12.K Jalan Sam Ratulangi Manado.

Beliau menyampaikan, ” Kronologis kejadian pada Sabtu, 01 Maret 2025 pukul 16.00 WITA terjadi kerusakan aspal pada badan jalan di Ruas Jl. Samratulangi Manado pada STA 0+750 s/d STA 0+850 (Depan SPN Karobasan) dan STA. 1+500 (Depan Gereja Katolik Hati Kudus) akibat terjadinya limpasan air yg cukup deras saat curah hujan tinggi.” Jelas Kasatker.

Kemudian Kasatker PJN Wilayah I Prov. Sulut dan PPK 1.1 Prov. Sulut Sam Yuda Haerani, S.T langsung menuju ke lokasi setelah menerima info kerusakan untuk melakukan investigasi dan penanganan yang merupakan bagian dari program sapu lubang dalam rangka persiapan jalur lebaran.

Standar Penanganan

Perbaikan jalan akibat faktor cuaca ekstrem dan limpasan air sudah kami lakukan berdasarkan standar teknis yang telah ditetapkan tentang Tata Cara Pemeliharaan Jalan.

“Juga Penanganan segera dilakukan dengan melakukan pengerukan aspal yang rusak, tergerus dan bergelombang akibat limpasan air tersebut guna meminimalisir potensi terjadi kecelakaan bagi pengendara kendaraan bermotor khususnya roda 2” tuturnya lagi.

Rambu peringatan juga telah dipasang untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan pekerja yang memperbaiki jalan.

“Pekerjaan penutupan lubang dikerjakan pada Selasa malam, tanggal 04 Maret 2025, dgn terlebih dahulu dikerjakan pada segmen STA. 00+750 s/d 00+850 dimulai dari depan SPN Karobasan untuk selanjutnya pada satu titik lubang STA. 1+500 depan Gereja Katolik Hati Kudus”. Ungkap Ringgo lagi.

Beliau juga menjelaskan bahwa kejadian kecelakaan yang terjadi pada Selasa dini hari tersebut dikarenakan Rambu peringatan yang sempat dipindahkan oleh oknum yang tidak diketahui.

“Kecelakaan tunggal pengendara roda dua (Motor) yang terjadi pada Rabu dini hari tanggal 05 Maret 2025 pada lubang di depan Gereja Katolik Hati Kudus karena rambu peringatan telah dipindahkan oleh oknum yang Kami tdk ketahui saat sementara pekerjaan di depan SPN Karobasan masih belangsung”. Pungkasnya lagi.

Lebih lanjut disampaikan beliau bahwa, “Dimohon kepada para pengguna jalan agar mematuhi Rambu atau Peringatan yang disiapkan di lokasi pekerjaan guna kelancaran berkendara dan keselamatan kita bersama”. Tuturnya lagi.

Dan Kedua lokasi penanganan tersebut telah selesai dikerjakan pada hari Rabu subuh, tgl 5 Maret 2025.

Peringatan bagi Masyarakat Kementerian PUPR dan pihak terkait mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi lokasi perbaikan jalan. Selain itu, tindakan penghilangan atau pemindahan rambu peringatan sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal bagi pengguna jalan.

Masyarakat diharapkan segera melaporkan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan agar dapat ditangani secepat mungkin sesuai standar keselamatan. (Vhe)